Da temen curhat smalem, dia bilang, "Aku jatuh cinta lagi!". Oops.. kenapa musti pake tanda seru gituh [!], ternyata itu adalah "cinta terlarang" hehe.. Critanya, ni temenku dah punya cowok, cuma dia sekarang lagi KKN, dah tau kan endingny sekarang kayak apa? Yups, KKN, Kisah Kasih Nanggung, akhirnya dia rasain juga, dia jatuh cinta ma temen satu sub unitnya. Kata-kata pertama yang terlontar dari dia adalah, "Kok bisa ya, hubungan 3 taon kalah sama orang baru kenal belum genap seminggu". Ups..
Suatu hubungan yang lama akan terasa menjadi suatu hal yang 'biasa', dimana ada hal-hal yang udah jadi kebiasaan, kewajiban, dsb. Selama masa 3 taon itu pasti ada siklus kebosanan. Dalam satu masa bosan itulah, seseorang yang hadir dengan berbagai 'warna baru'-nya, dengan penuh kesegaran (ciee..), dengan berbagai hal yang mungkin berbeda dengan apa yang selama ini kita dapat ato kita rasakan. Kembali k hatimu, seseorang baru itu apakah godaan ato pilihan?.
Seseorang akan kita anggap godaan apabila kita mungkin dengan berbagai alasan lebih memilih seseorang yang telah lama. Dengan kesetiaan dia, dengan (mungkin) sifat dan sikap dia yang sudah bisa kita terima dan sebaliknya, dengan berbagai kekurangan dan kelebihannya sudah bisa saling menerima, hal itulah yang mungkin jadi pondasi sehingga seseorang yang baru bisa dikatakan sebagai godaan.
Tapi apa jadinya jika seseorang yang baru itu jadi suatu pilihan? Yups, itu adalah satu hal yang wajar, dimana kita mungkin menemukan sosok yang selama ini kita cari, yang bisa membuat kita nyaman, tetapi dia datang di saat yang tidak tepat. Mungkin yang bisa dikatakan adalah, jangan mudah menilai orang hanya dalam waktu yang sekejap. Bagi sebagian orang yang percaya mungkin hal itu adalah 'lumrah'. Tapi bagi sebagian orang yang percaya bahwa proses akan menguak segalanya, hal itu masih membutuhkan banyak waktu untuk dapat menilai dan membuka jati diri seseorang.
Percaya d, sangat sulit menemukan orang yang bisa menerima kelebihan dan kekurangan pasangannya dengan tulus. Jadi di saat kita merasa sudah menemukan seseorang itu, kenapa menyia-nyiakan hanya dengan alasan seseorang yang lain lebih fresh, lebih baru, dan lebih-lebih yang lain.
Mungkin sulit untuk menjadi orang yang sempurna, tapi lebih penting adalah menemukan seseorang yang bisa menganggap kita adalah sempurna.
Suatu hubungan yang lama akan terasa menjadi suatu hal yang 'biasa', dimana ada hal-hal yang udah jadi kebiasaan, kewajiban, dsb. Selama masa 3 taon itu pasti ada siklus kebosanan. Dalam satu masa bosan itulah, seseorang yang hadir dengan berbagai 'warna baru'-nya, dengan penuh kesegaran (ciee..), dengan berbagai hal yang mungkin berbeda dengan apa yang selama ini kita dapat ato kita rasakan. Kembali k hatimu, seseorang baru itu apakah godaan ato pilihan?.
Seseorang akan kita anggap godaan apabila kita mungkin dengan berbagai alasan lebih memilih seseorang yang telah lama. Dengan kesetiaan dia, dengan (mungkin) sifat dan sikap dia yang sudah bisa kita terima dan sebaliknya, dengan berbagai kekurangan dan kelebihannya sudah bisa saling menerima, hal itulah yang mungkin jadi pondasi sehingga seseorang yang baru bisa dikatakan sebagai godaan.
Tapi apa jadinya jika seseorang yang baru itu jadi suatu pilihan? Yups, itu adalah satu hal yang wajar, dimana kita mungkin menemukan sosok yang selama ini kita cari, yang bisa membuat kita nyaman, tetapi dia datang di saat yang tidak tepat. Mungkin yang bisa dikatakan adalah, jangan mudah menilai orang hanya dalam waktu yang sekejap. Bagi sebagian orang yang percaya mungkin hal itu adalah 'lumrah'. Tapi bagi sebagian orang yang percaya bahwa proses akan menguak segalanya, hal itu masih membutuhkan banyak waktu untuk dapat menilai dan membuka jati diri seseorang.
Percaya d, sangat sulit menemukan orang yang bisa menerima kelebihan dan kekurangan pasangannya dengan tulus. Jadi di saat kita merasa sudah menemukan seseorang itu, kenapa menyia-nyiakan hanya dengan alasan seseorang yang lain lebih fresh, lebih baru, dan lebih-lebih yang lain.
Mungkin sulit untuk menjadi orang yang sempurna, tapi lebih penting adalah menemukan seseorang yang bisa menganggap kita adalah sempurna.
No comments:
Post a Comment