Sunday, April 8, 2007

Think about it...

Sepasang suami- istri menuntun seekor keledai dari pasar. Dalam perjalanannya ke rumah, seorang anak berkomentar, ”Dasar bodoh. Mengapa salah satunya tidak menunggangi binatang itu?”. Mendengar komentar tersebut, sang suami menyuruh istrinya naik ke punggung keledainya. Dia berjalan di samping mereka. Kemudian, seorang tua melihatnya dan turut berkomentar, ”Seorang suami adalah pemimpin rumah tangga. Bagaimana mungkin istri menunggangi keledainya sementara suaminya berjalan kaki?”. Mendengar ucapan itu, istrinya dengan cepat turun dan menyuruh sang suami untuk naik ke punggung keledai. Trus berjalan, mereka bertemu dengan seorang nenek. Dia juga berkomentar, ”Bagaimana mungkin seorang pria mengendarai keledai sementara istrinya di biarkan berjalan. Dia bukan lelaki sejati”. Sang suami pun dengan cepat meminta istrinya untuk bersama- sama menunggang keledainya. Lalu mereka bertemu dengan anak muda. Dia berkata, ”Kasihan keledai itu, bagaimana kamu memanggul berat dua orang. Mereka mengejamimu.” Mendengar omelan itu, sepasang suami- istri itu turun dari kudanya dan selanjutnya memanggul keledai pada pundak mereka berdua. Itulah tampaknya satu- satunya pilihan yang tertinggal. Kemudian, di sebuah jembatan yang sempit, keledai itu ngeri dan meronta. Mereka kehilangan keseimbangan dan jatuh ke sungai.

”Memang, Anda tidak pernah dapat meminta semua orang memuji Anda, demikian pula semua orang akan mencela Anda. Tidak pernah ada di masa lalu, di masa kini, dan bahkan di masa mendatang.

Jangan terlalu di gelisahkan oleh kata- kata orang lain jika keyakinan yang kita pegang itu memang tepat.”

No comments: